Kamis, 07 Oktober 2010

DAFTAR ISTILAH DI TKJ

10 BaseT
Bagian dari standar asli IEEE 802.3, 10 BaseT adalah spesifikasi Ethernet 10Mbps baseband yang menggunakan dua pasang kabel yang salingterbelit (twisted pair), kabel kategori 3, 4 atau5-mengunakan satu pasangkabel yang saling menerima. 10 BaseT mempuyai sebuah batas jarak sekitar 100 meter per segmen.lihat juga: Ethernet dan IEEE 802.3.

100 BaseT
Berdasarkan standar IEEE 802.3u, 10 BaseT adalah spesifikasi Fast Ethernet untuk baseband 100Mbps yang menggunakan kabel UTP.100BaseT mengirimkan link pulses (yang berisi lebih banyak informasi dibandingkan yang digunakan 10BaseT) melalui network ketika tidak ada lalu lintas data. Lihat juga: 10BaseT, Fast Ethernetdan IEEE 802.3.


100 BaseTX

Berdasarkan standar IEEE 802.3u, 100BaseTX adalah spesifikasi Fast Ethernet baseband100Mbps yang menggunakan dua kabel UTP atau STP. Kabel pasangan data menerima data; pasangan kedua mengirim data.Untukmemastikan waktu sinyal yang tepat, sebuah segmen 100BaseTX panjangnya tidak bisa melibihi dari 100 meter.

Acknowledgment

Vertifikasi yang dikirimkan oleh suatu peralatan network ke peralatan lainnya untuk menandakan bahwa sebuah kejadian telah terjadi. Bisa disingkat menjadi ACK. Berlawanan dengan : NAK.

ANSI

American National Standards institute: Organisasi yan tediri dari perusahaan, pemerintahan, dan anggota-anggota sukarela yang mengkordinasikan kegiatan-kegiatan yang berhuungan dengan standar,menyetujui standar nasional Amerika Serika, dan mengembangkan posisi Amerika Serikat dalam organisasi standar internasional. ANSI membantu dalam pembuatan standar internasional dan Amerika Serikat untuk bidang seperti komunikasi, networking, dan berbagai bidang teknik. ANSI telah mempublikasikan lebih dari 13.000 standar, untuk produk-produk rekayasa dan teknologi, mulai dari ulir sekrup sampai protocol networking. ANSI adalah anggota dari the intertational Electrotechnical commission (IEC) dan Intertational Organization for standardization (iso)

Aplication layer Layer Application.

Layer ke-7 dari model network OSI,menyediakan 16-bit tunggal layanan-layanan untuk prosedur-prosedur aplikasi (seperti electronic mail atau transfer file) yang berada diluar model OSI. Layer ini memilih dan menentukan ketersediaan dari partner komunikasi dan juga sumber daya yang diperlukan untk membuat koneksi,mengkordinasikan aplikasi-aplikasi yang berpasangan,dan membentuk sebuah kesepakatan terhadap prosedur-prosedur untuk mengendalikan integritas data dan error recovery. Lihat juga : Data link layer, Network layer, physical layer, Session layer , dan transport layer.

ARP

Address Resolution Protocol. Didefinisikan di RFC 286, merupakan protocol yang melacak alamat IP ke alamat MAC.


ASCII

American standard Code for Information Interchange. Sebuahkode 8-bit untuk merepresentasikan karakter-karakter,terdiri dari 7 bit data ditambah 1 bit parity.
ASICs Application-spesific Integrated Circuit. Digunakan di switch layer 2 untuk membuat keputusan filtering. ASIC melihat ke dalam table filterdari alamat-alamat MAC dan menentukan port mana yang akan dituju oleh alamat hardware tujuan dai sebuah alamat hardware yang diterima.Frame akan diizinkan untuk melaui segmen itu saja. Jika alamat hardware tidak diketahui, frame akan di forward ke semua port.


Auto-detectmechanism

Digunakan di sebuah switch, hub, dan kartu interface Ethernet,untuk menentukan duplex dan kecepatan yang di gunakan.


Auto duplex

Sebuah setting pada peralatan layer 1 dan layer 2 yang menset duplex dari sebuah port pada switch atau hub secara otomatis.


Backbone

Bagian dasar dari network angen menyediakan jalur utama untuk lalu lintas yan dikirimkan ke dan mulai dari network lain.
Bandwidth selisih antara frekuensi tertingi dan terendah yang digunakan oleh sinyal network. Lebih umum, ia mengacu pada kapasitas throughput yang diukur pada sebuah protocol atau media network.


Baseband

Sebuah fitur dari teknologi network yang menggunakan hanya satu pembawa (carrier) fekuensi. Contohnya adalah Ehernet .Juga disebut narrowband (pita sempit) .Bandingkan dengan : broadband.


Baud Sinonim dari bit per second (bps) , jika setiap elemem sinyal menyatakan 1 bit. Baud adalah sebuah satuan dari kecepatan persinyalan yang ekivalen dengan jumlah elemen sinyal yang terpisah yang ditransmisikan per detik.


Binary

Sebuah metode penomoran dengan 2 kharakter yang menggunakan satu dan nol.Sistem penomoran binary mendasari semua pernyataan digital dari informasi.


Bit sebuah digit binary , mempunyai nilai 1 atau 0. delapan bit membetuk sebuah byte.


Bridge

Sebuah alat untuk menghbungka dua segmen dari sebuah network dan mentransmisikannya paket-paket diantaranya. Kedua segmen harus menggunakan protocol yang identik untuk berkomunikasi. Bridge berfungsi pada layer Data Link, layer ke-2 dari model referensi OSI . Tujuan dari sebuah brdge adalah untuk menyaring, mengirmkan atau melakukan broadcast pada setiap frame yang dating, berdasarkan alamat MAC dari frame tersebut.


Broadband

Sebuah metodologi transmisi untuk melakukan multiplexing terhadap beberapa sinyal yang berbeda ke dalam satu kabel. Dalam telekomunikasi, broadband diklarifikasikan sebagai kanal apapun dengan bandwidth lebih dari 4 kHz (atau disebut voice grade dalam teknologi VLAN),ia diklsifikasika sebagai sebuah kabel koaksial dimana snyal analog digunakan. Juga disebut wideband (pita lebar).
Broadcast

Sebuah frame data atau paket yang ditransmisikan ke semua node pada segmen network local (seperti didefinisikan oleh broadcast domain). Broadcast dikenal dari alamat broadcast-nya, yang merupakan sebuah network dan alamat tujuan dengan semua bit di-on-kan (bernilai 1).Juga disebut local broadcast. Badingkan dengan : directed broadcast.

Broadcast address

Digunakan dalam pengalamatan logical dan pengalamatan hardware. Dalam pengalamatan logical, alamat-alamat host akan menjadi 1 semua. Dengan pengalamatan hardware, alamat hardware akan menjadi satu semua dalam binary (atau semua F dalam bilangan hexadecimal).

Broadcast domain

Sebuah group dali peralatan-peralatan yang menerima frame broadcast yang dimlai atau dikirim dari alat apapun di group itu.Karena router tidak memforward frame broadcast, broadcast tidak diforward daro satu broadcast domain ke broadcast domain lain.


Broadcast (multi-access) networks

Network broadcast (multi access) seperti Ethernet memungknkan beberapa alat untuk dihubugkan ke (atau mengakses) network yang sama, dan uga menyediakan sebuah kemampuan broadcast dimana sebuah paket tinggal dikirimkan ke semua node di network tersebut.
Broadcast strom Sebuah kejadian yang tidak diiginkan pada network yang disebabkan ole transmisi secara serentak dari sejumlah broadcast yang melalui segmen network tersebut. Kejadian seperti ini dapat membuat bandwidth network kewalahan, yang mengakibatkan time-out.
Buffer Sebuah area penyimpanan yang menangani data ketika data itu dalam transit. Buffer digunakan ntuk menerima atau menyimpan pengiriman yang sporadic dari data-data yang membesar, basanya diterima dari sebuah alat yang lebih cepat, untk mengkompensasi varias-variasi dalam kecepatan pemrosesan. Informasi yang dating disimpan sampai semuaya diterima sebelum mengirimkan data. Juga dikenal sebagai sebuah information buffer .
Bus topology sebuah arsitektur LAN linear dimana transmisi dari beberapa station pada network dibuat kembali sepanjang sebuah medium dan diterima oleh semua station lain. Bandingkan dengan: ring topology dan star topology
Byte delapan bit. Lihat juga: octet.
CD carrier detect: sebuah sinyal yang mengindikasikan bahwa sebuah interface sedang aktif atau bahwa sebuah koneksi yang dihasilkan oleh sebuah modem telah dibuat.
CDP Cisco Discovery Protocol. Protokol proprietary Cisco yang digunakan untuk memberitahuakan sebuah alat Cisco tetangga tantang type hardware,versi software dan interface aktif yang sedang digunakan oleh alat Cisco. CDP menggunakan sebuah alat frame SNAP di antara eralata dan tidak bisa diroute.
Checksum Sebuah pengujian untuk memastikan integitas dari data yang dikirimkan. Merupakan sebuah angka yang dihitung dari serangkaian nilai yang diambil melalui sederetan fungs-fungsi metematika, secara khusus ditempatkan pada akhir dari data dari mana ia itung, dan kemudian dihitungulang pada ujung penerima untuk verifikasi. Bandingkan dengan: CRC.
compression Sebuah teknik untuk mengirimkan lebih banyak data melalui sebuah link dibandingkan data yang secara normal diperbolehkan dengan cara mempresentasikan string-string data yang berulang dengan sebuah penanda tunggal (single marker).
congestion lalu lintas network yang melampaui kemampuan network menanganinya.
Connectionless Transfer data yang terjadi tanpa menciptakan sebuah rangkaian virtual. Memiliki overhead yang rendah, menggunakan pengiriman best-effort (usaha terbaik), dan tidak dapat diandalkan. Berlawanan dengan:connection-oriented. Lihat juga: virtual circuit.
connection-oriented Metode transfer data yang membuat sebuah rangkaian virtual sebelum data ditransfer. Menggunakan acknowledgmentdan flow control untuk transfer data yang dapat diandalkan. Berlawanan dengan: connectionless. Lihat juga: virtual circuit.
console port Biasanya sebuah port RJ-45 (modular 8-pin) pada sebuah router dan switch Cisco yang memungkinkan kemampuan Command-LineInterface.
core layer Layer inti. Layer teratas dalam model hierarkis tiga-layer Cisco,yang membantu anda merancang, membangun, dan memelihara network hierarkis Cisco. Layer ini melewatkan paket-paket dengan cepat ke alat-alat layer distribusi saja. Tidak ada packet filtering yang akan terjadi pada layer ini.
CRC cyclic redundancy check: Sebuah metodologi yang mendeteksi error,dimana penerima frame membuat sebuah perhitungan dengan cara membagi isi dari frame dengan sebuah pembagi binary utama dan membandingkan sisa pembagian dengan sebuah nilai yang disimpan dalam frame oleh node pengirim. Berlawanan dengan: checksum.
crossover cable Jenis kabel Ethernet yang menghubungkan sebuah switch dengan switch, host dengan host, hub dengan hub, atau switch dengan hub.
CSMA/CD Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection: Sebuah teknologi yang didefinisikan oleh komite IEEE 802.3 Ethernet. Setiap alat mendeteksi untuk merasakan sebuah sinyal digital pada kabel sebelum melakukan tranmisi. Juga, CSMA/CD memungkinkan semua alat pada network untuk berbagi kabel yang sama, tetapi hanya memungkinkan satu transmisi pada satu saat. Jika dua alat melakukan transmisi pada saat bersamaan,sebuah tabrakan frae akan terjadi dan sebuah pola jamming (pengacau) akan dikirimkan: alat akan berhenti melakukan transmisi, menunggu selama waktu tertentu atau selama waktu yang ditentukannya sendiri secara acak, dan kemudian mencobanya melakukan transmisi lagi.
CSU channel service unit: Sebuah mekanisme digital yang menghubungkan peralatan pengguna-akhir (end-user) ke loop telepon digital local. Sering disebut bersama dengan data service unit sebagai CSU/DSU. Lihat juga: DSU.
CSU/DSU channel service unit/ data service unit: Alat layer Physical yang digunakan dalam WAN unuk mengkonversi sinyal digital CPE menjadi apa yang dimengerti oleh switch di provider. Sebuah CSU/DSU biasanya adalah sebuah alat yang terhubung ke sebuah jack RJ-45 (modular 8-pin), yang disebut sebagai titik demarkasi.
data circuit-terminating equipment DCE digunakan untuk menyediakan clocking untuk perlengkapan DTE.
data encapsulation Proses dimana informasi pada sebuah protocol dibungkus, atau dimasukkan, dalam bagian data dari protocol lain. Dalam model referensi OSI , setiap layer mengenkapsulasi layer yang berada langsung diatasnya ketika data berpindah menuruni susunan protocol.
data frame Enkapsulasi Protocol Data Unit pada layer Data Link dari model referensi OSI . Mengenkapsulasi paket-paket dari layer Network dan mempersiapkan data untuk trasmisi pada sebuah media network.
datagram Sebuah koleksi logical dari informasi yang ditransmisikan sebagai sebuah unit layer Network diatas sebuah medium tanpa menggunakan sebuah rangkaian virtual yang sudah di buat sebelumnya.Datagram IP telah menjadi unit informasi primer dari internet. Pada layerlayer yang berbeda dari model referensi OSI , istilah cell, frame, message,packet, dan segment juga mendefinisikan pengelompokan informasi logical ini.
Data Link Control Layer Layer 2 dari model arsitektur SNA,bertanggung jawab untuk transmisi data melalui sebuah link fisikal tertentu dan bias dibandingkan dengan layer Data Link pada model OSI.
Data Link layer Layer 2 dari model referensi OSI , ia memastikan transmisi data yang bisa dipercaya melalui sebuah link fisikal dan terutama berkaitan dengan pengalamatan fisikal, disiplin line, topologi network, pemberitahuan error, pengiriman frame yang berurutan, dan flow control. IEEE membagi lebih lanjut layer ini menjadi sublayer MAC dan sublayer LLC. Juga dikenal sebagai link layer. Dapat dibandingkan dengan layer data link control dari model SNA. Lihat juga: Application layer, LLC, MAC, Network layer, Physical Layer, Presentation Layer, Session Layer, dan Transport Layer.
Data terminal equipment Lihat: DTE.
DCE data communications equipment (seperti didefinisikan oleh EIA) atau data circuit-terminating equipment (seperti didefinisikan oleh ITU-T): Mekanisme dan link dari sebuah network komunikasi yang menyusun bagian network dari interface user-ke-network, seperti modem. DCE menyediakan koneksi fisikal ke network, meneruskan lalu lintas network dan menyediakan sebuah sinyal clocking untuk melakukan sinkronisasi transmisi data antara alat-alat DTE dan DCE. Bandingkan dengan: DTE.
de-encapsulation Teknik yang digunakan oleh protocol-protokol ber-layer dimana sebuah layer menghapus informasi header dari Protocol Data Unit dari layer di bawahnya. Lihat: encapsulation.
default route Entri pada routing table statis yang digunakan untuk mengarahkan frame-frame yang hop selanjutnya tidak terdapat di routing table.
delay Waktu yang lewat antara inisiasi transaksi dari pengirim dengan respons pertama yang diterimanya. Juga, waktu yang diperlukan untuk memindahkan sebuah paket dari sumbernya ke tujuannya melalui sebuah jalur. Lihat juga: latency.
demultiplexing Proses mengkonversi sebuah sinyal multiplexed, yang terdiri dari lebih dari satu stream input, kembali menjadi stream output yang terpisah. Lihat juga: multiplexing.
destination address Alamat untuk peralatan network yang akan menerima sebuah paket.
directed broadcast Sebuah frame data atau paket yang ditransmisikan ke sebuah kumpulan node tertentu pada sebuah segmen network remote.Directed broadcast, atau broadcast yang diarahkan, diketauhi dari alamat broadcast-nya, yang merupakan sebuah alamat subnet tujuan dengan semua bit host di-on-kan.
distribution layer Layer tengah dari model hierarkis tiga-layer Cisco, yang membantu Anda merancang, menginstal, dan memelihara network hierarkis Cisco. Layer ini adalah titik dimana peralatan layer Akses melakukan hubungan. Routing dilakukan di layer ini.
DSU data service unit: Alat ini digunakan untuk mengadaptasi interface fisikal pada sebuah mekanisme data terminal equipment (DTE) ke sebuah fasilitas transmisi seperti T1 atau E1, dan juga bertanggung jawab untuk timing atau pengaturan waktu sinyal. Ia biasanya dikelompokkan dengan channel service unit dan disebut sebagai CSU/DSU. Lihat juga: CSU.
DTE data terminal equipment: Semua alat yang berlokasi di sisi user dari sebuah interface user-network yang bertindak sebagai sebuah destinasi,sebuah sumber, atau keduanya. DTE meliputi alat-alat seperti multiplexer,router, penerjemah protocol, dan computer. Koneksi ke sebuah network data dilakukan melalui data communication equipment (DCE) seperti modem,menggunakan sinyal-sinyal clocking yang dihasilkan oleh alat itu. Lihat juga:DCE
encapsulation Teknik yang digunakan oleh protocol ber-layer dimana sebuah layer menambahkan informasi header ke Protocol Data Unit (PDU) dari layer di atasnya. Sebagai contoh, dalam terminology internet, sebuah paket akan berisi sebuah header dari layer Data Link, diikuti oleh sebuah header dari layer Network (IP), diikuti oleh sebuah header dari layer Transport (TCP), kemudian diikuti oleh data protokol aplikasi.
encryption Konversi informasi ke dalam sebuah bentuk yang di acak yang secara efektif menyamarkannya untuk mencegah akses yang tidak diizinkan.Semua skema enkripsi mengunakan beberapa algoritma yang sudah ditentukan dengan baik, yang mana dibalik pada ujung penerima dengan menggunakan algoritma yang berlawanan yang dikenal sebagai decryption.
Ethernet Sebuah spesifikasi LAN baseband yang dibuat oleh Perusahaan Xerox Corporation dan kemudian ditingkatkan melalui usaha gabungan antara Xerox, Digital Equipment Corporation, dan Intel. Ethernet sama dengan standar seri IEEE 802.3 dan, menggunakan CSMA/CD, beroperasi pada beberapa jenis kabel pada 10 Mbps. Juga disebut: Ethernet DIX (Digital/Intel/Xerox). Lihat juga: 10B aseT, Fast Ethernet, dan IEEE.
Fast Ethernet Semua spesifikasi Ethernet yang memliki kecepatan 100 Mbps. Fast Ethernet adalah sepuluh kali lebih cepat dibandingkan dengan10BaseT, dan mempertahankan kualitas-kualitas 10BaseT, seperti mekanisme MAC, MTU, dan format frame. Kemiripan ini memungkinkan aplikasi dan tooltoolmanajemen untuk 10BaseT yang sudah ada, dapat digunakan pada network Fast Ethernet. Fast Ethernet didasarkan pada sebuah kepanjangan dari spesifikasi IEEE 802.3 (IEEE 802.3u). Bandingkan dengan: Ethernet. Lihat juga: 100BaseT, 100BaseTX, dan IEEE.
FDDI Fiber Distributed Data Interface: Sebuah standar LAN, didefinisikan oleh ANSI X3T9.5 yang dapat bekerja pada kecepatan hingga 200 Mbps dan menggunakan media access token-pasing pada kabel serat optic. Untuk redundancy, FDDI dapat menggunakan sebuah arsitektur dual-ring.
flow control Sebuah metodologi yang digunakan untuk memastikan bahwa unit penerima tidak kewalahan dengan data dari alat pengirim. Di network IBM disebut pacing, artnya bahwa ketika buffer di alat penerima sudah penuh, sebuah pesan akan dikirimkan ke unit pengirim untuk sementara waktu menghentikan transmisi sampai semua data di buffer penerima telah diproses dan buffer sudah siap untuk bekrja lagi.
frame Sebuah satuan informasi logical yang dikirimkan oleh layer Data Link melalui sebuah medium transmisi. Istilah ini kadang mengacu pada header dan trailer, yang digunakan untuk sikronisasi dan pengontrolan error,yang mengelilingi data yang tersimpan dalam unit tersebut.
FTP File Transport Protocol: Protokol TCP/ IP yang digunakan untuk mentransmisikan file-file di antara node-node network, mendukung banyak jenis file dan didefinisikan dalam rfc 959. lihat juga :TFTP.
Full duplex Kapasitas untuk mentransmisikan informasi antara sebuah station pengirim dan sebuah unit penerima pada saat bersamaan. Lihat juga :half duplex.
Half duplexKapasitas mentransfer data dalam hanya satu arah saja pada suatu saat antara sebuah unit pengirim dan unit penerima. Lihat juga: full duplex.
Handshake Rangkaian transmisi apa pun yang dipertukarkan di antara dua atau lebih alat pada sebuah network untuk memastikan operasi yang sinkron.
Hierarchical addressing Semua rencana pengalamatan yang menggunakan sebuah rangkaian perintah logical untuk menentukan lokasi.Alamat-alamat IP dibuat dari sebuah hirarki dari nomor-nomor network,nomor-nomor subnet, dan nomor-nomor host untuk mengarahkan paketpaket ke tujuan yang sesuai.
Hierarchy Istilah yang digunakan unuk mendefinisikan pengalamatan IP,dalam pengalamatan hirarki, sejumlah bit digunakan untuk networking dan sejumlah bit lainnya untuk pengalamatan host. Juga digunakan dalam struktur DNS dan model rancangan Cisco.
Hop count Sebuah routing metric yang menghitung jarak antara sebuah sumber dan sebuah tujuan, berdasarkan pada jumlah router di jalur tersebut.RIP menggunakan hop count sebagai metric satu-satunya. Lihat juga: hop dan RIP.
Host address Alamat logical yang dikonfigirasi oleh seorang administrator atau server pada sebuah alat. Secara logical mengidentifikasi alat ini pada sebuah internetwork.
Host-to-host layer Layer dalam susunan Internet Protocol yang sama dengan layer Transport dari model OSI.
Hubs Alat-alat layer Physical yang sebenarnya hanya repeater dengan banyak port. Ketika sebuah sinyal digial elektronik diterima pada sebuah port,sinyal itu akan dikuatkan kembali atau akan dihasilkan ulang an dikirimkan keluar ke semua segmen dari mana sinyal tersebut diterima.
ICMP Internet Control Message Protocol: didokumentasikan dalam RFC 792,merupakan protocol Internet layer network untuk tujuan melaporkan error dan menyediakan informasi mengenai proseur-prosedur paket IP.
IEEE Institute of Electrical and Electronics Engineers: Sebuah oganisasi professional yang, selain aktivitas lain, mendefinisikan standar-standar dalam semlah bidang di computer dan elektrik, termasuk networking dan komunikasi. Standar-standar IEEE banyak digunakan dalam standar LAN dewasa ini. Banyak protocol yang dikenal dengan nomor referensi dari standar IEEE yang terkait.
IEEE 802.1 Spsifikasi komite IEEE yang mendefinisikan grup bridging. Spesifikasi untuk STP ( Spanning Tree Protocol ) adalah IEEE 802.1D. STP menggunakan STA (Spanning-tree Algorithm ) untuk menemukan dan mencegah loop-loop dalam network dalam network bridge. Spesifikasi untuk trunking VLAN adalah IEEE 802.1Q.
IEEE 802. 3Spesifikasi komite IEEE yang mendefinisikan grup Ethernet khususnya standar 10 Mbps yang asli. Ethernet adalah sebuah protocol LAN yang menspesifikasikan layer Physical dan media akses sublayer MAC. IEEE 802. 3 menggunakan CSMA/CD untuk menyediakan akses bagi banyak alat pada network yang sama. Fast Ethernet didefinisikan sebagai 802.3U, dan Gigabit Ethernet didefinisikan sebagai 802.3Q. lihat juga: CSMA/CD.
IEEE 802.5 Komite IEEE yang mendefinisikan media akses Token Ring.
IGMP Internet Group Management Protocol: Digunakan oleh host-host IP,protocol yang melaporkan keanggotaan grup multicast mereka ke sebuah router multicast yang berdekatan.
IGP Interior Gateway Protocol: Semua protocol yang digunakan oleh sebuah internetwork untuk mempertukarkan data routing di dalam sebuah autonomus system. Contohnya termasuk RIP, IGRP, dan OSPF.
IGRP Interior Gateway Routing Protocol: algoritma routing distance vector yang propri etary Cisco. Merupakan perbaikan dari protocol RIP.
Internet Network dari network yang global, yang popularitasnya meledak dalam beberapa tahun terakhir. Asalnya adalah sebuah alat untuk riset akademis gabungan, ia telah menjadi sebuah media untuk pertukaran dan pendistribusian informasi dari semua jenis.kebutuhan Internet untuk menghubungkan platform-platform dan teknologi-teknologi computer yang berbeda telah menyebabkan dikembangkannya protocol-protocol dan standarstandar yang seragam, yang juga digunakan secara luas di LAN perusahaan.Lihat juga: TCP/IP dan MBONE.Internet Sebelum kebangkitan internet, internet dengan huruf kecil ini adalah singkatan dari internetwork dalam konteks yang umum. Sekarang istilah ini sudah jarang digunakan. Lihat juga: internetwork.
Internet layer Layer dalam protocol TCP/ IP yang menyediakan pengalamatan network dan routing melalui sebuah network.
Internet ProtocolSemua protocol yang terdapat dalam susunan TCP/IP.lihat juga: TCP/IP.
Internetworking Secara umum, semua yang berhubungan dengan tugas umum untuk menghubungkan network-network satu sama lain. Istilah ini mencakup teknologi, prosedur dan produk. Ketika anda menghubungkan network-network dengan sebuah router, anda menciptakan sebuah internetwork.
IP Internet Protocol: Didefinisikan dalam RFC 791, merupakan sebuah protocol layer network yang menjadi bagian dari susunan TCP/ IP dan menawarkan koneksi yang connectionless. IP menyediakan banyak fitur untuk pengalamatan, spesifikasi jenis layanan, fragmentasi dan reassembly (perakitan kembali frame), dan keamanan.
IP address Sering isebut alamat internet, ini adalah sebuah alamat yang secara unik mengidentifikasi semua alat (host) pada internet (atau network TCP/ IP lain). Setiap alamat terdiri dari 4 oktet (32 bit), dinyatakan sebagai angka decimal yang dipisahkan oleh titik-titik (sebuah format yang dikenal sebagai dotted-decimal). Semua alamat dibentuk oleh sebuah omor network,sebuah nomor subnetwork opsional, dan sebuah nomor host. Nomor network dan subnetwork digunakan bersama untuk routing, sementara nomor host menunjukkan sebuah host tunggal di dalam network atau subnetwork. Informasi network dan subnetwork diambil dari alamat IP menggunakan subnet mask. Ada lima class alamat IP(A-E), dimana class A-C mengalokasikan jumlah-jumlah yang berbeda dari bit-bit untuk bagian alamat untuk network, subnetwork, dan host. Lihat juga: CIDR, IP dan subnet mask.
IPX Internet Packet eXchange: protocol layer network (layer 3) yang digunakan dalam network Novell Netware ntuk memindahkan informasi dari server ke work station. Sama dengan IP dan XNS.
LAN Local Area Network: secara luas, semua network yang menghubungkan dua atau lebih kmputer dan alat-alat yang terhubung dalam sebuah area geografis yang terbatas (sampai beberapa kilometer). LAN-LAN biasanya adalah network yang berkecepatan tinggi dan memiliki error yang rendah, di dalam sebuah perusahaan. Pengkabelan dan pensinyalan pada layer Physical dan Data Link dari OSI diatur dalam standar-standar LAN.Ethernet, FDDI, dan Token Ring merupakan beberapa teknologi LAN yang paling popular. Bandingkan dengan: MAN.
LAN switch Sebuah mekanisme bridging yang transparan, multi-interface,dan berkecepatan tinggi, mentransmisikan paket-paket antara segmen-segmen dari data link, biasanya mengacu khusus pada sebuah switch Ethernet. Switch LAN memindahkan lalu lintas berdasarkan alamat MAC. Lihat juga: mutilayer switch dan store-and-forward packet switching.
Latency Secara umum, adalah waktu yang diperlukan untuk sebuah paket untuk berpindah dari satu kasi ke lokasi lain. Dalam konteks networking yang khusus, ia dapat berarti: (1) waku yang berlalu (delay) antara pelaksanaan atau eksekusi dari sebuah permintaan untuk mengakses sebuah network oleh sebuah alat dan waktu di mana mekanisme tersebut benar-benar diperbolehkan untuk melaksanakan transmisi tersebut, atau (2) waktu yang berlalu antara ketika sebuah mekanisme menerima sebuah frame dan waktu frame tersebut dikirimkan keluar dari port tujuan.
Layer Istilah yang digunakan dalam networking ntuk mendefinisikan bagaimana modelOSI bekerja untuk meng-enkapsulisasi data untuk ditransmisikan pada network.
Layer 3 switch Lihat: multilayer switch.
Link state protocol Dalam protocol link state, juga disebut protocol shortest-path-first. Masing-masing router membuat tiga buah tabel yang terpisah. Satu dari tabel ini mencatat tetangga-tetangga yang berhubungan langsung, satu menentukan topologi dari internetwork keseluruhan, dan satu digunakan sebagai sebuah routing table. Router link state mengetahui lebih banyak tentang internetwork dibandingkan protocol routing yang distancevector.
LLC Logical Link Control: Didefinisikan ole IEEE, adalah ang lebih tinggi dari kedua sublayer dari data link. LLC bertanggng jawab terhadap deteksi error (tetapi bukan koreksi), flow control, framing, dan pengalamatan sublayer secara software. Protocol LC yang utama, IEEE 802.2,mendefenisikan operasi yang conectionles dan connection-oriented. Lihat juga :Data Link Layer dan MAC.
Logical adresss Alamat-alamat layer network yang mendefinisikan bagaimana data dikirimkan dari satu network lain, contoh dari alamat logical adalah IP dan IPX.
MAC Media Access Control: Sublayer yang lebih rendah dalam layer data link, bertanggung jawab untuk pengalamatan hardware, media akses, dan deteksi error dari frame. Lihat juga: layer data link dan LLC.
MAC address Sebuah alamat hardware layer data link yang diperlukan oleh semua port atau semua alat untuk terhubung ke sebuah segmen LAN.Alamat-alamat ini digunakan oleh bermacam-macam alat dalam network untuk lokasi yang akurat dari alamat logical. Alamat MAC didefinisikan oleh standar IEEE dan panjangnya adalah enam karakter, biasanya menggunakan burned-in address (BIA) dari interfaceLAN local. Sering juga disebut alamat hardware, alamat fisik, alamat burned-in, atau alamat layer MAC.
Media translation Sebuah property router yang memperbolehkan dua jenis LAN yang berbeda untuk berkomunikasi, sebagai contoh, Ethernet untuk Token Ring.
Multicast Secara umum, semua komuniksi antara seorang pengirim tunggal dan beberapa penerima. Tidak seperti pesan broadcast, yang dikirim ke semua alamat pada seuah network, pesan multicast dikirimkan ke sebuah bagian dari alamat network yang didefinisikan: bagian ini memiliki sebuah alamat multicast grup, yang dispesifikasikan dalam field alamat tujuan dalam paket. Lihat juga: broadcast dan directed broadcast.
Multiplexing Proses mengubah beberapa sinyal logic menjadi sebuah sinyal fisik tungal untuk transmisi melalui sebuah kanal fisik. Barlawanan dengan: demultiplexing.
Network layer dalam model referensi OSI , merupakan layer ke3, layer dimana routing diimplementasikan, mengaktifkan koneksi-koneksi dan pemilihan jalur antara dua system akhir. Lihat juga: Application layer, Data Link Layer, Physical layer, Presentation layer, Session layer dan Transport layer.
NI C Network Interface Card: Sebuah board rangkaian elektronik yang ditempatkan dalam sebuah computer. NIC menyediakan komunikasi network melalui sebuah LAN.
OSI Open System Interconnection: Program standarisasi internasional yang dirancang oleh ISO dan ITU-T untuk pengembangan standar-standar networking data yang memungkinkan terjadinya interoperabilitas atau kerja sama antara perlengkapan-perlengkapan multivendor.
OSI referensi model Model referensi Open System Interconnection:Sebuah model konseptual yang didefinisikan oleh International Organization for Standarization (ISO), yang mengambarkan bagaimana kombinasi apapun dari alat-alat network dapat dihubungkan untuk tujuan berkumunikasi. Model OSI membagi pekerjaannya menjadi tujuh layer yang fungsional, membentuk sebuah hirarki dengan aplikasi-aplikasi di atas dan medium fisik di bawah, dan ia mendefinisikan fungsi-fungsi yang harus disediakan oleh setiap layer. Lihat juga: Application layer, Data Link layer, Network layer, Physical layer,Presentation layer, Session layer dan Transport layer.
OSPF Open Shortes Part First: Sebuah algoritma routing yang hierarkis dan link-state yang diturunkan dari sebuah versi sebelumnya dari protocol IS-IS,yang fitur-nya termasuk routing multi jalur, load balancing dan routing dengan cost terendah. OSPF adalah pengganti RIP yang di sarankan dalam lingkungan internet. Lihat juga: Enhanced IGRP, IGP dan IP.
OUI organizationally unique identifier: Kode yang diberikan oleh IEEE kepada sebuah organisasi yang membuat kartu interface network. Organisasi kemudian meletakan OUI ini pada setiap dan semua kartu yang dibuatnya.OUI panjangnya 3 byte (24 bit). Pembuat kartu kemudian menambahkan sebuah identifikasi 3-byte untuk mengidentifikasi host secara unik.Panjangnya total dari alamat tersebut adalah 48 bit (6 byte) dan disebut sebuah alamat hardware atau alamat MAC.
Packet Dalam komunikasi data, adalah satuan logical dasar dari informasi yang dipindahkan. Sebuah paket terdiri dari sejumlah byte data, dibungkus atau dienkapsulasi dalam header dan atau trailer yang mengandung informasi tentang dari mana packet berasal, ke mana tujuannya dan seterusnya.Berbagai protocol yang terlibat dalam mengirimkan sebuah transmisi menambahkan layer informasi header dari mereka sendiri, yang dapat diinterpretasikan oleh protocol yang terkait pada alat yang menerima.
PDU Protokol Data Unit: Proses-Proses pada setiap layer dari medel OSI .PDU pada layer Transort disebut segmen; PDU pada layer network disebut paket atau diagram; dan PDU pada layer Data Link disebut frame. Layer physical menggunakan bit-bit.
Physical layer Layer terendah-layer1-dalam model referensi OSI ,bertanggung jawab untuk mengubak frame-frame data dari layer Data Link (layer 2) menjadi sinyal-sinyal listrik protocol-protokol dan standar-standar layer Physical mendifinisikan, sebagai contoh, jenis kabel dan konektor yang digunakan termasuk pemilihan pn dan skema enconding untuk pensinyalan nilai 0 dan 1. Lihat juga: Application Layer, Data Link Layer, Network Layer,Presentasion Layer, Session Layer Dan Transport Layer.
Presentation layer Layer 6 dari model referensi OSI , mendefinisikan bagaimana data di-format, dinyatakan, di-encode dan diubah untukdigunakan oleh software pada layer Aplikasi. Lihat juga: Application Layer,Data Link Layer, Network Layer, Physical Layer, Session Layer Dan Transport Layer.
Protocol Dalam networking, spesifikasi dari sebuah kumpulan aturan untuk sebuah tipe komunikasi tertentu. Istilah ini juga digunakan untuk mengacu pada software yang mengimplementasikan sebuah protocol.
reliability Seperti IGRP, EIGRP hanya menggunakan bandwidth dan delay dari sambungan untuk menentukan jalur terbaik ke sebuah network remote,secara default. Namun, EIGRP dapat menggunakan sebuah kombinasi dari bandwidth, delay, beban, dan reliability dalam pencarian jalur terbaik ke sebuah network remote. Reliability mengacu pada reliability dari link untuk setiap network remote.
Reliable Transport Protocol (RTP) Protokol ini digunakan dalam protocol routing EIGRP, bertanggung jawab untuk pengiriman paket-paket EIGRP yang teratur dan terjamin ke semua tetangga.
Ring Dua atau lebih stasion yang terhubung dalam sebuah topologi melingkar logic. Dalam topologi ini , yang menjadi dasar untuk Token ring,FDDI , dan CDDI , informasi dipindahkan dari stasion ke stasion secara berurutan.
Ring topology Sebuah topologi logical yang terdiri dari serangkaian repeater yang membentuk sebuah loop tertutup degan menghubungkan linklink transmisi yang satu arah. Setiap stasion pada network dihubungkan dengan network pada sebuah repeater. Secara fisik, topologi ring biasanya diorganisir dalam sebuah topologi bintang loop tertutup (closed-loop star).Bandingkan dengan: bus topology dan star topology.
RI P Routing Information Protocol: Protokol gateway interior yang paling umum digunakan dalam Internet. RIP menggunakan jumlah hop sebagai metric routing. Lihat juga: Enhanced IGRP, IGP, OSPF dan hop count.RJ connector registered jack connector: Digunakan dengan kabel twistedpair untuk menghubungkan kabel tembaga ke kartu interface network,switch, dan hub.
Rolled cable Tipe pengkabelan yang digunakan untuk menghubungkan port COM dari sebuah PC ke port konsol dari sebuah router atau switch.Routed protocol routed protocol (seperti IP dan IPX) digunakan untuk mentransmisikan data user melalui sebuah iternetwork. Berbeda dengan itu,routing protocol (seperti RIP, IGRP DAN OSPF) digunakan untuk meng-update tabel routing antara router-router.
Router Sebuah mekanisme layer network, bisa berupa software atau hardware, yang mengunakan satu atau beberapa metric untuk menentukan jalur terbaik untuk digunakan bagi transmisi dari lalu lintas network.Mengirimkan paket-paket diantara network-network yang dilakukan oleh router, didasarkan pada informasi yang disediakan pada layer Network.Dalam sejarahnya, alat ini kadang disebut sebagai sebuah gateway.
Routing Proses melakukan forwading paket-paket yang memiliki alamat logical dari subnetworkasal paket tersebut, ke tujuan akhirnya. Dalam network yang besar, banyaknya tujuan sementara yang dilalui oleh paket sebelum mencapai tujuan akhirnya dapat mengakibatkan routing menjadi sangat rumit.
Routing protocol protocol apa pun yang mendefinisikan algoritma yang digunakan untuk melakukan update table rounting diantar router-router.Contohnya adalah IGRP, RIP, dan OSPF.
Routing table Sebuah tabel yang disimpan dalam sebuah router atau mekanisme internetwork lainnya yang memelihara sebuah catatan dari hanya rute-rute terbaik yang mungkin, ke tujuan network tertentu and metrik-metrik yang diasosiasikan dengan rute-rute tertentu.
Session layer Layer 5 dari model referensi OSI, bertanggung jawab untuk membuat, mengelola, dan mengakhiri session-session antara aplikasi-aplikasi dan mengawasi pertukaran data antara entitas-entitas layer, Presentation.Lihat uga: Aplication layer, Data Link layer, Network layer, Physical,Presentation layer, dan Transport layer.
Simplex Sebuah mode dimana data atau sinyal digtal ditransmisikan.Simplex adalah sebuah cara melakukan transmisi hanya dalam satuarah. Half duplex melakukan transmisi dalamdua arah tetapi hanya satu arah pada setiap saat. Full duplex melakukan trasmisi dalamdua arah secara brsamaan.
Sliding window Metode flowcontrol yang digunaan oleh TCP, seperti juga beberapa protocol layer data link. Metode ini menempatkan sebuah buffer diantara aplikasi penerima dan aliran data network. Window yang tersedia untuk menerima data adala ukuran bufr dikurangi dengan jumlah data darinya dan berkurang jika data baru dikirim. Penerima mengirimkan pemberitahuan kepada pengirim tentang ukuran window saat itu, dan penerima mungkin menghentikan penerimaan data window meningkat diatas sebuah ambang tertentu.
SMTP Simple Mail Transfer Protocol: Sebuah protocol yang digunakan pada Interne untuk menyediakan layanan mal elektronik.
SNA System Netwok Architecture: Sebuah arsitektur network yang kompleks dan kaya dengan fitur, yang mirip dengan model referensi OSI tetapi dengan beberapa variasi: dibuat oleh IBM pada tahun 1970-an dan pada dasarnya terdiri dari tujuh layer.
SNAP Subnetwork Access Protocol: SNAP adalah sebuah frame yang digunakan dalam LAN Ethernet, Token Ring, dan FDDI. Transferdata,manajemen koneki, dan pemilihan QoS adalah tiga fungsi utama yang dilakukan oleh frame SNAP.
SNMP Simple Network Management Protocol: Protokol ini melakukan polling agen-agen atau ala-alat SNMP untuk data statistik dan environmental . Data ini dapat termasuk temperaur alat, nama, statistic untuk kerja, dan lebih banyak lagi. SNMP bekerja dengan objek-objek MB yang terdapat pada agen-agen SNMP. Informasi ini di-querry dankemudian dikirimkan ke server SNMP.
Star topology Sebuah topolgi Fisikal LAN dengan titik-titik ujug pada network berkumpl pada sbuah alat network pusat (dikenal sebagai sebuah hub) menggunakan link titik-ke-titik. Sebah topologi ring dapat dikonfigurasikan sebagai sebuah topologi bintang fisik menggunakan sebuah topologi bintang loop tertutup satu arah, dari pada menggunakan link titik-ketitik. Koneksi didalam hub diatur dalam sebuah ring internal. Lihat juga: bus topology dan ring topology.
Straight through cable Tipe kabel Ethernet yang menghuungkan sebuah host ke sebuah switch, host ke sebuah hub, atau router k sebuah switch atau hub, atau router ke sebuah switch atau hub.
TCP Transmission control Protocol: sebuah protocol connection-oriented yang didefinisikan pada layer transport dari model refernsi OSI. Menyediakan pengiriman yang dapat diandalkan.
TCP/IP Transmission Control Protocol:
TFTP Trivial File Transfer Protocol: Secara konseptual, sebuah versi FTP yang disederhanakan; merupakan protocol yang dipilih jika Anda mengetahui secara pasti apa yang Anda inginkan dan dimana ada mendapatkannya.TFTP tidak menyediakan sejumlah fungsi seperti di FTP. Secara khusus. TFTP tidak memiliki kemampuan browsing directory; ia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali mengirim dan menerima file-file.
Thicknet Juga disebut 10base2. Network bus yang menggunakan kabel koaksial tebal dan menjalankan akses media Ethernet sampai 185 meter.
Thinnet Juga disebut 10Base5. Network bus yang menggunakn kabel koaksial tebal dan mnjalankan Ethernet sampai185 meter.
Three-way handshake Istilah yang digunakan dalam sebua session TCP untuk mendefinisikan bagaimana sbuah rangkaian virtual di set-up. Disebut jabat tangan tiga cara krena menggunakantga buah segmen data.
Token Sebuah frame yang berisi hanya informasi control. Memiliki informasi ontrlini memberikan izin keada sebuah alat network untuk melakuka transmisi data pada ntwork tersebut. Lihat juga: token pasing.
Token ring Teknologi LAN token-pasing dari IBM. Berjalanpada 4 Mbps atau16 Mbps melalui sebuah topologi ring. Didefiisikan secara formal oleh IEEE802.5. Lihat juga: ring tpology dan token passing.
Transparent bridging Skema bridging yang digunakan di network Ethernet dan IEEE 802.3, ia melewatkan frame-frame pada sebuah hop untuk setiap kali, meggunakan ifrmasi bridging yang disimpan dalam tael-tael yang mengasosiasikan alamat-alamat MAC node akhir dnga port-port dari bridge.Tipe bridging ini dianggap trasparan karena node sumber tidak mngetahui bahwa ia telah melewati proses bridging, karena frame-frame ditujukan secara langsung ke node akir. Berlawanan dengan: SRB.
Transport layer Layer 4 dari model refrensi OSI, digunakan untuk komunikasi yang dapat diandalkan antara node-node akhir melalui network.Layer transport menyediakan mekanisme yang dgunakan untkmembuat,memelihara, dan mengakhiri rangkaian-rangkaian virtual, mengangkut deteksi kesalahan dan recovery, dan mengendalikan aliran informasi. Lihat juga:Applicaton layer, Datalink layr, Network layer, Phisiycal layer, Presentation layer, dan Session layer.
UDP User Datagram Protocol: Sebuah protocol layer Transport yang connectionless dalam susunan protocol TCP/IP yang memperbolehkan datagram-datagram untuk dipertukaran tanpa acknowledgment atau jaminan pengiriman, yan mana mebutuhkan protokol-protokol lain untuk menangani pemrosesn error dan transmisi ulang. Udp didefinisikan dalam RFC 768.
UTP unshielded twisted-pair. Pengkabelan tembaga yang digunakan dalam network kecil sampai besar untuk menghubungkan alat-alat host ke hub-hub dan switch-switch. Juga digunakan untuk menghuugkan switch ke switch ke hub.
Virtual circuit (VC) sebuah rangkaian logkal yang dibuat untuk memastikan komunikasi yang dapat diandalakan diantara dua alat pada sebuah network. Didefinisikan oleh sebuah virtual path identifier (VPI/VCI),sebuah rangkaian virtualdignaka dalamframe relay dan x.25. Dikenal sebagai kanal vitual dalam ATM. Lihat juga: PVC dan SVC.
Virtual ring Dalam sebuah network SRB, sebuah koneksi logical anatara ring-ring fisik, baik local maupun remote.
WAN Wide rea Network. Adalah sebuah pengaturan yang digunakan untuk menghubungkan LAN-LAN bersama-sama melali sebuah network DCE ( data communication equipment). Buasanya sebuah WAN adalah sbuah koneksi leased lineatau dial-up yang melalui sebuah netwok PSTN. Contoh-contoh dari protocol WAN trmasuk frame relay, PPP, ISDN dan HDLC.
Windowing Metode flow-control yang digunakan dengan TCP pada layer transport dari model OSI.

Selasa, 31 Agustus 2010

FIREWALL

Firewall adalah sebuah sistem atau grup sistem yang menjalankan kontrol akses keamanan diantara jaringan internal yang aman dan jaringan yang untrusted seperti internet.Firewall didesain untuk mengijinkan trusted data atau data yang dipercaya lewat, menolak layanan yang mudah diserang, mencegah jaringan internal dari serangan luar yang bisa menembus firewall setiap waktu.

Umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap modal digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker (peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya) menjadi wajib.

Komponen Sistem Firewall
Firewall dapat berupa PC, router, midrange, mainframe, UNIX workstation, atau gabungan dari yang tersebut diatas.Firewall dapat terdiri dari satu atau lebih komponen fungsional sebagai berikut :
- Packet-filtering router
- Application level gateway (proxy)
- Circuit level gateway
Contoh Tipe Firewall
Firewall terdiri dari satu atau lebih elemen software yang berjalan pada satu atau lebih host.
Tipe-tipe firewall adalah sebagai berikut:
- Packet-filtering Firewall
- Dual-homed Gateway Firewall
- Screened Host Firewall
- Screened Subnet Firewall
Packet-filtering Firewall
•Terdiri dari sebuah router yang diletakkan diantara jaringan eksternal dan jaringan internal yang aman.
•Rule Packet Filtering didefinisikan untuk mengijinkan atau menolak traffic.

Dual-homed Gateway Firewall
•Dual-home host sedikitnya mempunyai dua interface jaringan dan dua IP address.
•IP forwarding dinonaktifkan pada firewall, akibatnya trafik IP pada kedua interface tersebut kacau di firewall karena tidak ada jalan lain bagi IP melewati firewall kecuali melalui proxy atau SOCKS.
•Serangan yang datang dari layanan yang tidak dikenal akan diblok.

Screened Host Firewall
•Terdiri dari sebuah packet-filtering router dan application level gateway
•Host berupa application level gateway yang dikenal sebagai “bastion host”
•Terdiri dari dua router packet filtering dan sebuah bastion host

Screened Subnet Firewall
•Menyediakan tingkat keamanan yang tinggi daripada tipe firewall yang lain
•Membuat DMZ(Demilitarized Zone) diantara jaringan internal dan eksternal,sehingga router luar hanya mengijinkan akses dari luar bastion host ke information server dan router dalam hanya mengijinkan akses dari jaringan internal ke bastion host
•Router dikonfigurasi untuk meneruskan semua untrusted traffic ke bastion host dan pada kasus yang sama juga ke information server.



ROUTER DINAMIS

http://rovziq.blogspot.com/2009/01/membangun-tool-jaringan.html

Membuat router Dinamis Di linux Debian

Posted by Roziqin under

Membuat router degan linux Debian (Dinamis Router)
Caranya :
1.Komputer harus terinstal SO LInux Debian
2. Sediakan dua PC, satu sebagai Router dan satunya lagi sebagai Klien
3. Pada Login : isikan user Root dan masukkan Passwordnya
4. Setelah itu masuklah pada folder etc dengan mengetikkan cd etc
5. Kemudian masuklah lagi pada folder network dengan mengetikkan cd network
6. Apabila ingin menggunakan cara yang lebih praktis maka ketikkan cd etc/network
7. Kemudian ketikkan pico atau vi interfaces, untuk mengatur ip nya
8. Untuk vi interfaces pada Router ketikkan seperti dibawah ini
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.36
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.10.255
network 192.168.10.0
gateway 192.168.10.1
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.15.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.15.255
network 192.168.15.0
iface lo inet loopback
9. Untuk vi interfaces pada client ketikkan seperti dibawah ini
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.15.3
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.15.255
network 192.168.15.0
gateway 192.168.15.1
iface lo inet loopack

10. Kemudian aturlah ip tablenya dengan menggunakan cara, ketikkan pada pc Router -t
nat -A POSTROUTING -s 192.168.15.0/24 -j MASQUERADE
11. Setelah itu ketikkan ip tables-save
12. Lalu restart dengan menggunakan perintah /etc/init.d/networking restart
13. Untuk mengecek apakah ip tables sudah masuk maka ketikkan perintah iptables -t
nat -n -L
14. Setelah itu keluarlah dari folder network dengan perintah cd ..
15. Pada folder etc bukalah file sysctc1 dengan perintah vi atau pico sysctc1.conf,
Hapuslah tanda pagar (#) pada kata # net.ipv4.conf.default.forwading=1
16. Setelah itu lakukan ping antara Router dan client, apabila bisa diping maka pembuatan router telah berhasil
instal dulu quagganya
#apt-get install quagga
Kemudian konfigurasi akan berada pada /etc/quagga, dan edit file debian.conf dan daemons.conf.
enable kan daemon zebra dan ripd dulu dan buat file konfigurasi kosong:
zebra=yes
bgpd=no
ospfd=no
ospf6d=no
ripd=yes
ripngd=no
isisd=no
1. Membuat config file rip…untuk mudahnya copy saja contoh file konfigurasi rip yang ada di /usr/share/doc/quagga/examples ke /etc/quagga/…
# cp /usr/share/doc/quagga/examples/ripd.conf.sample /etc/quagga/ripd.conf
2. Aktifkan daemon rip..dengan cara edit file /etc/quagga/daemons
# vim /etc/quagga/daemons
rubah ripd=no menjadi ripd=yes
3. Restart service quagga
# /etc/init.d/quagga restart
4. Verifikasi daemon quagga yang sudah running
# ps -ef | grep quagga…akan terlihat daemon quagga yang sudah running
lalu
melalui remote vty
telnet ke port 2602
root@opera zebra# telnet 127.0.0.1 2602
Hello, this is zebra (version 0.94).
Copyright 1996-2002 Kunihiro Ishiguro.
password standart rip : zebra
Konfigurasi RIP sangat sederhana, secara umum hanya membutuhkan 3 entri dalam running configurasi.
Masukkan network mempunyai router tetangga RIP dan network yang akan disebarkan ke router tetangga.
ripd(config)# router rip
ripd(config-router)# network 192.168.1.0/24
ripd(config-router)# network 10.1.1.0/24
ripd(config-router)# ^z
ripd#
Untuk memeriksa status RIP
ripd# show ip protocols
Routing Protocol is “rip”
Sending updates every 30 seconds with +/-50%, next due in 7 seconds
Timeout after 180 seconds, garbage collect after 120 seconds
Outgoing update filter list for all interface is not set
Incoming update filter list for all interface is not set
Default redistribution metric is 1
Redistributing:
Default version control: send version 2, receive version 2
Interface Send Recv Key-chain
Routing for Networks:
10.1.1.0/24
192.168.1.0/24
Routing Information Sources:
Gateway BadPackets BadRoutes Distance Last Update
Distance: (default is 120)
Untuk melihat routing yang didapat dari RIP tetangga.
ripd# show ip rip
Codes: R - RIP, C - connected, O - OSPF, B - BGP
(n) - normal, (s) - static, (d) - default, (r) - redistribute,
(i) - interface
Network Next Hop Metric From Time
Jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi kedalam file.
ripd# write memory
Configuration saved to /etc/zebra/ripd.conf

MEMBANGUN JARINGAN KOMPUTER

Disunting dari http://rovziq.blogspot.com/2009/01/membangun-tool-jaringan.html
Posted by Roziqin under

Untuk membangun jaringan baik berbasis Microsoft Windows Server 2003, Windows 2000 Server maupun Workgroup berbasis Windows XP atau Windiws Vista ada beberapa hal penting dan merupakan kebutuhan wajib alias harus ada. Komponen-komponen yang dimaksud adalah hardware untuk membangun jaringan itu sendiri. Yang dimaksud hardware adalah perangkat keras yang meliputi beberapa komponen Komputer Server, Komputer Client, NIC, HUB, Switch, Kabel, dan lain-lain.

Sebagai gambaran berikut ini akan diuraikian secara singkat keperluan minimal untuk membangun sebuah jaringan komputer.

1. Perangkat Keras

Untuk jaringan komputer atau LAN (Local Area Network) sederhana mengandung beberapa komponen atau perangkat keras yang sangat penting dan merupakan kebutuhan utamanya. Perangkat keras yang dimaksud antara lain adalah:

* Komputer yang akan digunakan sebagai Server
* Beberapa komputer untuk workstation
* NIC (Network Interface Card)
* Wireless LAN
* HUB atau Swicth yang mendukung F/O
* Swicth Wireless
* Kabel UTP
* Kabel Telepon
* Conector RJ45 dan RJ11
* VDSL Converter
* UPS jika diperlukan

Peralatan tersebut merupakan kebutuhan standar dan harus ada untuk sebuah jaringan. Kemudian apabila jaringan komputer di kantor Anda akan ditingkatkan atau lebih besar lagi harus ditambah beberapa hardware lain seperti:

* Repeater
* Bridge
* Router
* Gateway

Seperti telah dijelaskan di atas komponen jaringan, misalnya untuk Warnet atau jaringan di kantor yang hanya melibatkan beberapa gedung perkantoran yang jaraknya antara 100 – 1000 Meter serta memiliki node sekitar 10 sampai 200 unit komputer. Dengan beberapa komponen tersebut Anda sudah bisa membangun jaringan. Untuk mengetahui masing-masing komponen tersebut berikut akan dijelaskan secara singkat dan sederhana.

1.1. NIC (Network Interface Card)

Yang saya maksud NIC dalam buku ini adalah kartu jaringan atau LAN Card berupa papan elektronik yang nantinya ditanam atau dipasang di setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan. Jaringan ini tidak terbatas pada LAN (Local Area Network) saja bisa juga Workgroup.


Gambar 1. Contoh Kartu jaringan Combo

Sesuai perkembangan teknologi khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan merk kartu jaringan. Namun demikian ada tiga hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu tipe kartu, jenis protokol, tipe kabel yang didukungnya.

1.1.1. Tipe NIC

Sesuai perkembangan komputer PC dan mainboardnya, maka tipe slot atau expansion slot juga bermacam-macam, mulai ISA, PCI dan AGP. Namun untuk kartu jaringan ini saya hanya menjelaskan 2 tipe saja, yaitu PCI dan ISA.

Pada saat membeli komputer khususnya komputer rakitan, tidak semua slot terisi. Slot yang kosong ini dapat digunakan untuk memasang beberapa kartu tambahan, seperti kartu suara, modem internal, dan kartu jaringan.

Untuk membedakan slot ISA dan PCI mudah saja. Jika casing komputer dibuka, di bagian belakang ada beberapa deretan slot. Slot yang berwarna hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih adalah slot PCI, dan slot yang berwarna coklat umumnya slot AGP.

1.1.2. Jenis Protokol NIC

Saat ini dikenal beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan, di antaranya Ethernet dan Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Namun dalam buku ini dibatasi hanya menjelaskan dua protokol saja, yaitu Ethernet dan Fast Ethernet.

Jenis Ethernet masih banyak digunakan walaupun kecepatan transfer data yang didukungnya hanya sampai 10Mbps saja. Saat ini perusahaan, instansi pemerintah dan juga Warnet-warnet sudah mulai menggunakan jenis Fast Ethernet. Karena selain sudah mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps, harganya pun tidak jauh berbeda.

Selain itu ada juga kartu jaringan jenis combo. Jenis ini mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Begitu juga dari sudut pengkabelan jenis combo ini mendukung kabel jenis Coaxial dan UTP.

Komputer jenis notebook yang beredar tidak semuanya sudah terpasang kartu jaringan. Untuk itu apabila notebook pimpinan Anda menginginkan koneksi ke jaringan dan belum terpasang kartu jaringan, maka Anda harus mempersiapkan kartu jaringan jenis PCMCIA. Kartu jaringan ini pemasangannya tidak terlalu sulit, cukup dimasukkan ke port PCMCIA yang ada pada setiap notebook dan tidak perlu dibongkar atau covernya dibuka. Cukup ditancapkan dari bagian pinggir atau depan dari notebook tersebut.

Saat ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play. PNP ini sudah sangat populer, karena setiap kita menambah hardware baru secara otomatis akan dikonfigurasi oleh komputer. Begitu juga oleh operating sistemnya. Namun demikian untuk memastikan kartu jaringan Anda Plug and Play baca di manual atau tanyakan pada penjualnya.

1.2. HUB atau Concentrator

Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa Node atau titik sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer Server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.

Jika akan dilakukan pengembangan HUB juga bisa dihubungkan ke HUB berikutnya secara up-link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya memiliki port 16 port plus 1 port untuk server atau hub lain. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB tambahan.

Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu manageable HUB dan unmanageable HUB. Manageable HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan software yang di bawahnya. Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya dilakukan secara manual.

Perlu diketahui bahwa HUB hanya memungkinkan pengguna atau user untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan HUB yang membentuk jaringan disebut "Shared Ethernet." Pada jaringan seperti itu, setiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwidth jaringan yang ada. Umpamanya jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 20 unit komputer yang semuanya menggunakan sistem operasi Windows 95/98, maka secara sederhana jika semua komputer yang terhubung ke jaringan tersebut bersamaan mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing user tersebut hanya 0.5 Mbps.

Pada jaringan yang menggunakan topologi bus, ada juga perangkat sejenis yang mirip HUB namanya repeater (pengulang). Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari client ke server atau sebaliknya lebih cepat apabila jarak antara client atau workstation ke server lebih jauh. Dengan repeater ini jaringan dan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel yang digunakan jenis coaxial, jaringan akan lebih cepat.

1.3. Bridge (jembatan)

Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet). Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.

1.4. Switch

Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward.

Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

Sedangkan switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

Dengan switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan disebut "collapsed backbone."

Saat ini perusahaan umumnya memilih jaringan Ethernet 10 Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100 Mbps untuk koneksi ke server. Biasanya merka menggunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki beberapa port 10 Mbps untuk koneksi ke komputer client dan 1 port 100 Mbps untuk koneksi ke server atau komputer yang dianggap sebagai server.

1.5. VDSL

VDSL (Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port) merupakan suatu alat atau piranti yang digunakan sebagai converter dari kabel UTP (RJ45) ke kabel telepon (RJ11). Dalam hal ini apabila Anda akan menghubungkan jaringan LAN atau Intranet antar gedung yang jaraknya kurang lebih 500 meter masih memungkinkan dengan penambahan piranti VDSL ini. Masalah kecepatan transfer data tergantung merk VDSL yang digunakan. Bahkan untuk saat ini mulai banyak beredar dipasaran jenis VDSL yang kecepatannya bisa diatur sesuai keinginan (manageble).

Jaringan komputer khususnya LAN kini sudah menjadi kebutuhan. Namun kadang-kadang yang menjadi kendala adalah ketika jaringan harus menyebrang jalan, melintasi gedung, bahkan tidak sedikit merka membangun LAN sendiri-sendiri, padahal masih dalam instansi atau perusahaan yang sama. Sebenarnya teknologi untuk keperluan tersebut sudah sejak lama diperkenalkan, seperti Wireless, Fiber Optic, VDSL, dan lain-lain. Namun apabila menggunakan F/O biaya yang diperlukan tidak sedikit, begitu juga dengan wireless. Dengan demikian salah satu alternatif untuk membangun LAN yang melibatkan banyak gedung dengan biaya murah adalah dengan memanfaatkan VDSL ini.

Seperti halnya F/O harus menggunakan sepasang converter, Wireless juga harus sepasang, begitu juga dengan VDSL juga harus sepasang. Satu dipasang di Swicth atau HUB yang berhubungan dengan Server dan satunya lagi dipasang di Swicth atau HUB yang ada di Client atau di lokasi lain.

1.6. Wireless

Wireles ini bermacam-macam merk dan jenisnya. Namun dalam buku ini tidak akan menjelaskan merk dan jenis dari Wireless tersebut, yang pasti ada Wireless yang sudah terpasang di komputer ada juga sebagai tambahan. Bahkan untuk komputer notebook atau Laptop yang sudah memasang logo Mobile Technology secara otomatis sudah ada Wirelessnya. Saat ini memang teknologi WiFI sudah menjadi trend dan kebutuhan untuk jaringan komputer bergerak atau mobile.

Untuk memanfaatkan Wireless yang sudah ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan Anda harus memiliki HUB atau Swicth yang ada fasilitas Wirelessnya. Hub, Swicth atau Router yang sudah medukung fasilitas Wireless ini kini mulai banyak digunakan. Berikut ini contoh Wireless yang mendukung berbagai fasiitas yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antara komputer yang memiliki NIC Wireless atau NIC biasa, serta mendukung Wide Area Network.

1.7. Router

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Contohnya bisa berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network) atau jaringan global seperti Internet.

1.8. Kabel untuk jaringan

Saat ini ada beberapa tipe dan jenis kabel yang digunakan untuk suatu jaringan. Kabel UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik adalah yang populer dan banyak digunakan.

Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis Coaxial. Namun sesuai perkembangan HUB atau Concentrator penggunaan kabel ini pun mulai berkembang dan kabel UTP yang dipilih, karena selain harganya tidak terlalu mahal namun kemampuannya bisa diandalkan.

Kabel jenis lain yang sempat populer awal tahun 1990-an adalah kabel coaxial. Kabel jenis ini hampir sama seperti kabel antena televisi. Kabel lain yang juga sangat populer adalah Fiber Optik (F/O). Kabel jenis ini sangat mahal harganya, tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi.

1.8.1. Twisted Pair Cable (UTP)

Kabel Twisted Pair Cable ini ada dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.

Twisted-pair (dikenal juga sebagai 10 BaseT) cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network.

Pada twisted-pair network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted-pair yang tersentral pada HUB, contoh jaringan seperti ini seperti terlihat pada gambar 3.

Twisted-pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Bahkan dengan HUB ini bisa dirangkai menjadi suatu jaringan yang besar.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori, dari kabel twisted-pair. Category 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompatibilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10 Mbps network, dan Fast Ethernet. Anda dapat membeli kabel Category 5 yang telah dibuat, atau membuatnya sendiri.

Kabel Category 5 dapat dibeli atau dibuat baik yang straight-through atau crossed. Suatu kabel Category 5 memiliki 8 kabel kecil yang masing-masing memiliki kode warna di dalamnya dari ujung ke ujung. Hanya kabel kecil 1, 2, 3, dan 6 yang digunakan oleh Ethernet network untuk komunikasi. Walaupun hanya 4 kabel yang akan digunakan, tetapi masing-masing 8 kabel semuanya terhubung ke jack.

Kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel Crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB (ada beberapa pengecualian: beberapa jenis HUB memiliki up-link port yang telah dicross secara internal, yang mana memungkinkan Anda melakukan uplink HUB dengan suatu straight cable sebagai gantinya).

Pada suatu kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada satu ujung juga di kabel 1, 2, 3, dan 6 pada ujung lainnya. Pada suatu kabel crossed, urutan dari kabel diubah dari ujung yang satu ke ujung lainnya: kabel 1 menjadi 3, dan 2 menjadi 6.

Untuk menggambarkan urutan kabel mana yang nomor 1, pegang RJ-45 tip dengan bagian tembaganya menghadap pada Anda sesuai gambar berikut.

1.8.2. Coaxial Cable

Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN meskipun lebih mahal dan lebih sukar penggunaannya dibandingkan twisted pair. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband. Thick Coaxial biasanya digunakan untuk kabel backbone pada jaringan instalasi Ethernet antar gedung. Dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan menggunakan repeater.

Thin coax (dikenal juga sebagai 10 Base 2) adalah cocok untuk network rumah atau kantor, dengan dua atau tiga komputer. Kabel ini mirip seperti kabel antena TV, harganya tidak terlalu mahal dan mudah pemasangannya.

Kabel jenis ini proses pemasangannya menggunakan konektor BNC. Pada jaringan jenis ini untuk menyambung ke masing-masing komputer menggunakan konektor T (T-connector) dan setiap ujungnya menggunakan terminator atau penutup (50 ohm) jika tidak menggunakan HUB.

1.8.3. Fiber Optic (F/O)

Jaringan yang menggunakan F/O ini memang sangat jarang digunakan. Biasanya hanya perusahaan besar saja yang menggunakan jaringan dengan media F/O. Karena harganya relatif mahal dan proses pemasangannya lebih sulit.

Namun demikian, jaringan yang menggunakan F/O ini dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan lagi. Kecepatan pengiriman data dengan media F/O ini lebih dari 100 Mbps dan bebas dari pengaruh lingkungan (noise).

1.8.4. Kabel Telepon

Beberapa tahun belakangan ini mulai banyak digunakan kebel telepon untuk jaringan komputer (LAN). Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung. Biasanya kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar gedung ini jenis yang cukup kuat dan dilengkapi dengan kawat baja, sehingga kalau dibentang tidak patah.

Biasanya kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung (out door) ini dilengkapi dengan 3 kawat, 2 kawat yang akan digunakan seagai penghubung data dan satu kawat digunakan agar tidak putus apabila kawat tersebut dibentang. Akan lebih baik jika ujung dari baja sebagai penguat tersebut dihubungkan ke grounding agar apabila terjadi petir tidak akan bermasalah. Jadi pada intinya hanya dua kawat yang ada dalam kabel tersebut yang digunakan.

1.8.5. Memilih jenis kabel

Untuk membangun suatu jaringan umumnya yang menjadi masalah adalah yang berhubungan dengan pemilihan kabel. Karena kabel merupakan kebutuhan pokok dari suatu jaringan.

Perlu diketahui, kabel yang sudah tertanam biasanya tidak akan diangkat atau dipindahkan kecuali dalam keadaan terpaksa. Oleh karena itu, perencanaan yang matang untuk menentukan jenis kabel ini mutlak diperlukan. Jika kita salah mengambil keputusan, maka suatu saat apabila akan ada pengembangan masalah kabel ini menjadi kendala.

Untuk itu saya menyarankan apabila akan membangun suatu jaringan tentukan jenis kabel yang akan digunakan dengan asumsi bahwa jaringan tersebut bisa berjalan dengan baik sampai 10 tahun atau lebih. Dengan demikian tentukan jenis dan kualitas kabel ini sebelum Anda memutuskan untuk menginstalasi jaringan.

Selain itu, masalah yang berhubungan dengan kabel ini tidak hanya jenisnya saja, masalah yang berhubungan dengan kecepatan dan jarak akses data juga perlu dipertimbangkan. Untuk itu berikut ini saya jelaskan beberapa jenis kabel, jarak terjauh yang didukung oleh jenis kabel tertentu, dan sebagainya.

2. Piranti Lunak

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa piranti lunak yang dimaksud dalam buku ini adalah software termasuk sistem operasi yang digunakan dalam membangun suatu jaringan, baik jaringan berbasis Windows (Workgroup atau Client Server) maupun sistem operasi lain. Namun dalam buku ini saya membatasi hanya menggunakan sistem operasi produk Microsoft, yaitu keluarga Microsoft Windows.

2.1. Sistem Operasi

Operating sistem yang digunakan dalam buku ini adalah Microsoft Windows Server 2003, Microsoft Windows XP dan WIndows Vista untuk Client. Namun demikian Anda juga bisa menggunakan Microsoft Windows 2000 Server dan Microsoft Windows 2000 Professional, karena pada prinsipnya sama dan buku ini masih tetap bisa digunakan. Disarankan untuk saat ini sebaiknya sistem operasi server yang digunakan adalah Microsoft Windows Server 2003 dengan client Windows Vista atau Windows XP.

Bagi Anda yang ingin membangun jaringan kecil dengan Workgroup, bisa menggunakan sistem operasi Microsoft Windows XP, Windows Vista atau Windows 2000 Professional.

2.2. Program Aplikasi

Program aplikasi yang digunakan bebas. Namun saya menyarankan gunakan beberapa aplikasi saja, seperti untuk mengolah kata, mengolah angka, mengolah data, dan aplikasi grafik yang diperlukan.

Selain aplikasi tersebut Anda juga bisa menambah aplikasi lain apabila komputer Anda dilengkapi Scaner. Aplikasi yang saya maksud adalah aplikasi yang mendukung pengolahan gambar hasil scaner tersebut.

2.3. Program Internet Sharing

Agar semua komputer yang terkoneksi ke jaringan LAN bisa berinternet seluruhnya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas Internet Sharing. Microsoft Windows Server 2003, Windows Vista, Windows XP, sudah menyediakan fasilitas untuk Internet Sharing Connection (ICS) dan ICF (Internet Connection Firewall). Namun demikian Anda juga bisa menggunakan apliksi lain yang disediakan penyelenggara atau ISP.

2.4. Program Untuk Internet

Program yang dimaksud di sini adalah program untuk menjalankan fasilitas yang berhubungan dengan Internet. Sehingga dengan program ini pemakai atau semua user bisa menggunakan fasilitas seperti browsing, chating, e-mail, dan sebagainya.

Program yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

* Microsoft Internet Explorer
* Microsoft Outlook
* Windows Messanger

Membangun tool Jaringan

Posted by Roziqin under
Untuk membangun jaringan baik berbasis Microsoft Windows Server 2003, Windows 2000 Server maupun Workgroup berbasis Windows XP atau Windiws Vista ada beberapa hal penting dan merupakan kebutuhan wajib alias harus ada. Komponen-komponen yang dimaksud adalah hardware untuk membangun jaringan itu sendiri. Yang dimaksud hardware adalah perangkat keras yang meliputi beberapa komponen Komputer Server, Komputer Client, NIC, HUB, Switch, Kabel, dan lain-lain.

Sebagai gambaran berikut ini akan diuraikian secara singkat keperluan minimal untuk membangun sebuah jaringan komputer.

1. Perangkat Keras

Untuk jaringan komputer atau LAN (Local Area Network) sederhana mengandung beberapa komponen atau perangkat keras yang sangat penting dan merupakan kebutuhan utamanya. Perangkat keras yang dimaksud antara lain adalah:

* Komputer yang akan digunakan sebagai Server
* Beberapa komputer untuk workstation
* NIC (Network Interface Card)
* Wireless LAN
* HUB atau Swicth yang mendukung F/O
* Swicth Wireless
* Kabel UTP
* Kabel Telepon
* Conector RJ45 dan RJ11
* VDSL Converter
* UPS jika diperlukan

Peralatan tersebut merupakan kebutuhan standar dan harus ada untuk sebuah jaringan. Kemudian apabila jaringan komputer di kantor Anda akan ditingkatkan atau lebih besar lagi harus ditambah beberapa hardware lain seperti:

* Repeater
* Bridge
* Router
* Gateway

Seperti telah dijelaskan di atas komponen jaringan, misalnya untuk Warnet atau jaringan di kantor yang hanya melibatkan beberapa gedung perkantoran yang jaraknya antara 100 – 1000 Meter serta memiliki node sekitar 10 sampai 200 unit komputer. Dengan beberapa komponen tersebut Anda sudah bisa membangun jaringan. Untuk mengetahui masing-masing komponen tersebut berikut akan dijelaskan secara singkat dan sederhana.

1.1. NIC (Network Interface Card)

Yang saya maksud NIC dalam buku ini adalah kartu jaringan atau LAN Card berupa papan elektronik yang nantinya ditanam atau dipasang di setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan. Jaringan ini tidak terbatas pada LAN (Local Area Network) saja bisa juga Workgroup.


Gambar 1. Contoh Kartu jaringan Combo

Sesuai perkembangan teknologi khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan merk kartu jaringan. Namun demikian ada tiga hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu tipe kartu, jenis protokol, tipe kabel yang didukungnya.

1.1.1. Tipe NIC

Sesuai perkembangan komputer PC dan mainboardnya, maka tipe slot atau expansion slot juga bermacam-macam, mulai ISA, PCI dan AGP. Namun untuk kartu jaringan ini saya hanya menjelaskan 2 tipe saja, yaitu PCI dan ISA.

Pada saat membeli komputer khususnya komputer rakitan, tidak semua slot terisi. Slot yang kosong ini dapat digunakan untuk memasang beberapa kartu tambahan, seperti kartu suara, modem internal, dan kartu jaringan.

Untuk membedakan slot ISA dan PCI mudah saja. Jika casing komputer dibuka, di bagian belakang ada beberapa deretan slot. Slot yang berwarna hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih adalah slot PCI, dan slot yang berwarna coklat umumnya slot AGP.

1.1.2. Jenis Protokol NIC

Saat ini dikenal beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan, di antaranya Ethernet dan Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Namun dalam buku ini dibatasi hanya menjelaskan dua protokol saja, yaitu Ethernet dan Fast Ethernet.

Jenis Ethernet masih banyak digunakan walaupun kecepatan transfer data yang didukungnya hanya sampai 10Mbps saja. Saat ini perusahaan, instansi pemerintah dan juga Warnet-warnet sudah mulai menggunakan jenis Fast Ethernet. Karena selain sudah mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps, harganya pun tidak jauh berbeda.

Selain itu ada juga kartu jaringan jenis combo. Jenis ini mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Begitu juga dari sudut pengkabelan jenis combo ini mendukung kabel jenis Coaxial dan UTP.

Komputer jenis notebook yang beredar tidak semuanya sudah terpasang kartu jaringan. Untuk itu apabila notebook pimpinan Anda menginginkan koneksi ke jaringan dan belum terpasang kartu jaringan, maka Anda harus mempersiapkan kartu jaringan jenis PCMCIA. Kartu jaringan ini pemasangannya tidak terlalu sulit, cukup dimasukkan ke port PCMCIA yang ada pada setiap notebook dan tidak perlu dibongkar atau covernya dibuka. Cukup ditancapkan dari bagian pinggir atau depan dari notebook tersebut.

Saat ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play. PNP ini sudah sangat populer, karena setiap kita menambah hardware baru secara otomatis akan dikonfigurasi oleh komputer. Begitu juga oleh operating sistemnya. Namun demikian untuk memastikan kartu jaringan Anda Plug and Play baca di manual atau tanyakan pada penjualnya.

1.2. HUB atau Concentrator

Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa Node atau titik sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer Server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.

Jika akan dilakukan pengembangan HUB juga bisa dihubungkan ke HUB berikutnya secara up-link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya memiliki port 16 port plus 1 port untuk server atau hub lain. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB tambahan.

Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu manageable HUB dan unmanageable HUB. Manageable HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan software yang di bawahnya. Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya dilakukan secara manual.

Perlu diketahui bahwa HUB hanya memungkinkan pengguna atau user untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan HUB yang membentuk jaringan disebut "Shared Ethernet." Pada jaringan seperti itu, setiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwidth jaringan yang ada. Umpamanya jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 20 unit komputer yang semuanya menggunakan sistem operasi Windows 95/98, maka secara sederhana jika semua komputer yang terhubung ke jaringan tersebut bersamaan mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing user tersebut hanya 0.5 Mbps.

Pada jaringan yang menggunakan topologi bus, ada juga perangkat sejenis yang mirip HUB namanya repeater (pengulang). Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari client ke server atau sebaliknya lebih cepat apabila jarak antara client atau workstation ke server lebih jauh. Dengan repeater ini jaringan dan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel yang digunakan jenis coaxial, jaringan akan lebih cepat.

1.3. Bridge (jembatan)

Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet). Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.

1.4. Switch

Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward.

Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

Sedangkan switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

Dengan switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan disebut "collapsed backbone."

Saat ini perusahaan umumnya memilih jaringan Ethernet 10 Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100 Mbps untuk koneksi ke server. Biasanya merka menggunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki beberapa port 10 Mbps untuk koneksi ke komputer client dan 1 port 100 Mbps untuk koneksi ke server atau komputer yang dianggap sebagai server.

1.5. VDSL

VDSL (Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port) merupakan suatu alat atau piranti yang digunakan sebagai converter dari kabel UTP (RJ45) ke kabel telepon (RJ11). Dalam hal ini apabila Anda akan menghubungkan jaringan LAN atau Intranet antar gedung yang jaraknya kurang lebih 500 meter masih memungkinkan dengan penambahan piranti VDSL ini. Masalah kecepatan transfer data tergantung merk VDSL yang digunakan. Bahkan untuk saat ini mulai banyak beredar dipasaran jenis VDSL yang kecepatannya bisa diatur sesuai keinginan (manageble).

Jaringan komputer khususnya LAN kini sudah menjadi kebutuhan. Namun kadang-kadang yang menjadi kendala adalah ketika jaringan harus menyebrang jalan, melintasi gedung, bahkan tidak sedikit merka membangun LAN sendiri-sendiri, padahal masih dalam instansi atau perusahaan yang sama. Sebenarnya teknologi untuk keperluan tersebut sudah sejak lama diperkenalkan, seperti Wireless, Fiber Optic, VDSL, dan lain-lain. Namun apabila menggunakan F/O biaya yang diperlukan tidak sedikit, begitu juga dengan wireless. Dengan demikian salah satu alternatif untuk membangun LAN yang melibatkan banyak gedung dengan biaya murah adalah dengan memanfaatkan VDSL ini.

Seperti halnya F/O harus menggunakan sepasang converter, Wireless juga harus sepasang, begitu juga dengan VDSL juga harus sepasang. Satu dipasang di Swicth atau HUB yang berhubungan dengan Server dan satunya lagi dipasang di Swicth atau HUB yang ada di Client atau di lokasi lain.

1.6. Wireless

Wireles ini bermacam-macam merk dan jenisnya. Namun dalam buku ini tidak akan menjelaskan merk dan jenis dari Wireless tersebut, yang pasti ada Wireless yang sudah terpasang di komputer ada juga sebagai tambahan. Bahkan untuk komputer notebook atau Laptop yang sudah memasang logo Mobile Technology secara otomatis sudah ada Wirelessnya. Saat ini memang teknologi WiFI sudah menjadi trend dan kebutuhan untuk jaringan komputer bergerak atau mobile.

Untuk memanfaatkan Wireless yang sudah ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan Anda harus memiliki HUB atau Swicth yang ada fasilitas Wirelessnya. Hub, Swicth atau Router yang sudah medukung fasilitas Wireless ini kini mulai banyak digunakan. Berikut ini contoh Wireless yang mendukung berbagai fasiitas yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antara komputer yang memiliki NIC Wireless atau NIC biasa, serta mendukung Wide Area Network.

1.7. Router

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Contohnya bisa berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network) atau jaringan global seperti Internet.

1.8. Kabel untuk jaringan

Saat ini ada beberapa tipe dan jenis kabel yang digunakan untuk suatu jaringan. Kabel UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik adalah yang populer dan banyak digunakan.

Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis Coaxial. Namun sesuai perkembangan HUB atau Concentrator penggunaan kabel ini pun mulai berkembang dan kabel UTP yang dipilih, karena selain harganya tidak terlalu mahal namun kemampuannya bisa diandalkan.

Kabel jenis lain yang sempat populer awal tahun 1990-an adalah kabel coaxial. Kabel jenis ini hampir sama seperti kabel antena televisi. Kabel lain yang juga sangat populer adalah Fiber Optik (F/O). Kabel jenis ini sangat mahal harganya, tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi.

1.8.1. Twisted Pair Cable (UTP)

Kabel Twisted Pair Cable ini ada dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.

Twisted-pair (dikenal juga sebagai 10 BaseT) cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network.

Pada twisted-pair network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted-pair yang tersentral pada HUB, contoh jaringan seperti ini seperti terlihat pada gambar 3.

Twisted-pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Bahkan dengan HUB ini bisa dirangkai menjadi suatu jaringan yang besar.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori, dari kabel twisted-pair. Category 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompatibilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10 Mbps network, dan Fast Ethernet. Anda dapat membeli kabel Category 5 yang telah dibuat, atau membuatnya sendiri.

Kabel Category 5 dapat dibeli atau dibuat baik yang straight-through atau crossed. Suatu kabel Category 5 memiliki 8 kabel kecil yang masing-masing memiliki kode warna di dalamnya dari ujung ke ujung. Hanya kabel kecil 1, 2, 3, dan 6 yang digunakan oleh Ethernet network untuk komunikasi. Walaupun hanya 4 kabel yang akan digunakan, tetapi masing-masing 8 kabel semuanya terhubung ke jack.

Kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel Crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB (ada beberapa pengecualian: beberapa jenis HUB memiliki up-link port yang telah dicross secara internal, yang mana memungkinkan Anda melakukan uplink HUB dengan suatu straight cable sebagai gantinya).

Pada suatu kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada satu ujung juga di kabel 1, 2, 3, dan 6 pada ujung lainnya. Pada suatu kabel crossed, urutan dari kabel diubah dari ujung yang satu ke ujung lainnya: kabel 1 menjadi 3, dan 2 menjadi 6.

Untuk menggambarkan urutan kabel mana yang nomor 1, pegang RJ-45 tip dengan bagian tembaganya menghadap pada Anda sesuai gambar berikut.

1.8.2. Coaxial Cable

Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN meskipun lebih mahal dan lebih sukar penggunaannya dibandingkan twisted pair. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband. Thick Coaxial biasanya digunakan untuk kabel backbone pada jaringan instalasi Ethernet antar gedung. Dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan menggunakan repeater.

Thin coax (dikenal juga sebagai 10 Base 2) adalah cocok untuk network rumah atau kantor, dengan dua atau tiga komputer. Kabel ini mirip seperti kabel antena TV, harganya tidak terlalu mahal dan mudah pemasangannya.

Kabel jenis ini proses pemasangannya menggunakan konektor BNC. Pada jaringan jenis ini untuk menyambung ke masing-masing komputer menggunakan konektor T (T-connector) dan setiap ujungnya menggunakan terminator atau penutup (50 ohm) jika tidak menggunakan HUB.

1.8.3. Fiber Optic (F/O)

Jaringan yang menggunakan F/O ini memang sangat jarang digunakan. Biasanya hanya perusahaan besar saja yang menggunakan jaringan dengan media F/O. Karena harganya relatif mahal dan proses pemasangannya lebih sulit.

Namun demikian, jaringan yang menggunakan F/O ini dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan lagi. Kecepatan pengiriman data dengan media F/O ini lebih dari 100 Mbps dan bebas dari pengaruh lingkungan (noise).

1.8.4. Kabel Telepon

Beberapa tahun belakangan ini mulai banyak digunakan kebel telepon untuk jaringan komputer (LAN). Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung. Biasanya kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar gedung ini jenis yang cukup kuat dan dilengkapi dengan kawat baja, sehingga kalau dibentang tidak patah.

Biasanya kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung (out door) ini dilengkapi dengan 3 kawat, 2 kawat yang akan digunakan seagai penghubung data dan satu kawat digunakan agar tidak putus apabila kawat tersebut dibentang. Akan lebih baik jika ujung dari baja sebagai penguat tersebut dihubungkan ke grounding agar apabila terjadi petir tidak akan bermasalah. Jadi pada intinya hanya dua kawat yang ada dalam kabel tersebut yang digunakan.

1.8.5. Memilih jenis kabel

Untuk membangun suatu jaringan umumnya yang menjadi masalah adalah yang berhubungan dengan pemilihan kabel. Karena kabel merupakan kebutuhan pokok dari suatu jaringan.

Perlu diketahui, kabel yang sudah tertanam biasanya tidak akan diangkat atau dipindahkan kecuali dalam keadaan terpaksa. Oleh karena itu, perencanaan yang matang untuk menentukan jenis kabel ini mutlak diperlukan. Jika kita salah mengambil keputusan, maka suatu saat apabila akan ada pengembangan masalah kabel ini menjadi kendala.

Untuk itu saya menyarankan apabila akan membangun suatu jaringan tentukan jenis kabel yang akan digunakan dengan asumsi bahwa jaringan tersebut bisa berjalan dengan baik sampai 10 tahun atau lebih. Dengan demikian tentukan jenis dan kualitas kabel ini sebelum Anda memutuskan untuk menginstalasi jaringan.

Selain itu, masalah yang berhubungan dengan kabel ini tidak hanya jenisnya saja, masalah yang berhubungan dengan kecepatan dan jarak akses data juga perlu dipertimbangkan. Untuk itu berikut ini saya jelaskan beberapa jenis kabel, jarak terjauh yang didukung oleh jenis kabel tertentu, dan sebagainya.

2. Piranti Lunak

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa piranti lunak yang dimaksud dalam buku ini adalah software termasuk sistem operasi yang digunakan dalam membangun suatu jaringan, baik jaringan berbasis Windows (Workgroup atau Client Server) maupun sistem operasi lain. Namun dalam buku ini saya membatasi hanya menggunakan sistem operasi produk Microsoft, yaitu keluarga Microsoft Windows.

2.1. Sistem Operasi

Operating sistem yang digunakan dalam buku ini adalah Microsoft Windows Server 2003, Microsoft Windows XP dan WIndows Vista untuk Client. Namun demikian Anda juga bisa menggunakan Microsoft Windows 2000 Server dan Microsoft Windows 2000 Professional, karena pada prinsipnya sama dan buku ini masih tetap bisa digunakan. Disarankan untuk saat ini sebaiknya sistem operasi server yang digunakan adalah Microsoft Windows Server 2003 dengan client Windows Vista atau Windows XP.

Bagi Anda yang ingin membangun jaringan kecil dengan Workgroup, bisa menggunakan sistem operasi Microsoft Windows XP, Windows Vista atau Windows 2000 Professional.

2.2. Program Aplikasi

Program aplikasi yang digunakan bebas. Namun saya menyarankan gunakan beberapa aplikasi saja, seperti untuk mengolah kata, mengolah angka, mengolah data, dan aplikasi grafik yang diperlukan.

Selain aplikasi tersebut Anda juga bisa menambah aplikasi lain apabila komputer Anda dilengkapi Scaner. Aplikasi yang saya maksud adalah aplikasi yang mendukung pengolahan gambar hasil scaner tersebut.

2.3. Program Internet Sharing

Agar semua komputer yang terkoneksi ke jaringan LAN bisa berinternet seluruhnya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas Internet Sharing. Microsoft Windows Server 2003, Windows Vista, Windows XP, sudah menyediakan fasilitas untuk Internet Sharing Connection (ICS) dan ICF (Internet Connection Firewall). Namun demikian Anda juga bisa menggunakan apliksi lain yang disediakan penyelenggara atau ISP.

2.4. Program Untuk Internet

Program yang dimaksud di sini adalah program untuk menjalankan fasilitas yang berhubungan dengan Internet. Sehingga dengan program ini pemakai atau semua user bisa menggunakan fasilitas seperti browsing, chating, e-mail, dan sebagainya.

Program yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

* Microsoft Internet Explorer
* Microsoft Outlook
* Windows Messanger